Pages

Kegundahan

Gundah, gambar diambil dari Aulhowlr.com


Bukanlah hal yang mudah untuk bisa menghadapi permasalahan dalam hidup ini. Terkadang aku merasa bahwa aku tidak bisa menghadapinya dan rasanya ingin mati saja. Aku rasa itu hanyalah pemikiranku yang bodoh karena aku dalam keadaan putus asa. Aku tahu bahwa saat ini aku butuh orang-orang yang mendukungku. Aku berhadapan dengan orang-orang yang egois, kehidupan yang bising, sendirian, masalah yang tak kunjung selesai.. kalaupun selesai pasti datang lagi masalah lagi yah istilahnya masalah datang silih-berganti. Namun seiring berjalannya waktu berhasil mengatasinya dan menganggap bahwa masalah yang lalu itu tak ada apa-apanya. Tapi tetap saja itu sangat menyakitkan. Ketika merasa diri ini tidak berharga, hampa, dan tak ada apa-apanya... who's care about me?

Apalagi sekarang aku kuliah meninggalkan zona nyamanku, meninggalkan keluargaku, rumahku, orang-orang yang selalu mendukung disampingku. Ketika aku mendapat masalah yang sangat berat sampai membuat down, aku harus beradu pada siapa? Allah. Itu pesan Mama. It's Okay. Tapi tetap saja aku merasa sendiri. Seperti lirik lagu nasyid Edcoustic, Sendiri Menyepi:

Sendiri menyepi... tenggelam dalam renungan..
Ada apa aku seakan ku jauh dari ketenangan..
Perlahan kucari.... mengapa diriku hampa?
Mungkin ada salah, mungkin ku tersesat, mungkin dan mungkin lagi?
Oh Tuhan aku merasa... sendiri menyepi...
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi....
Oh Tuhan aku merasa.... sendiri....
Aku merasa sendiri...
Sampai kapan ku begini, resah tiada bertepi..
Oooh... ku ingin cahyaMu terangi hudupku...

Itu sebagian lirik yang sangat mengena buatku. Selengkapnya cari sendiri ya.

Mungkin sampai sini saja ya curhatnya..

Anindya Octaviani Ekawitri

Berasal dari Bontang dan merupakan mahasiswa Psikologi. Sangat menyukai hal yang berhubungan dengan psikologi, agama, seni, pengembangan diri, kuliner, dan Pelayanan Sosial

No comments: