Pages

Mochi ala Jepang dan Mochi ala Indonesia + 5 Gaya Unik Menikmati Mochi

foto: pinterest.com
Mochi adalah salah satu makanan yang sering saya temui ketika saya baca komik jepang atau menonton anime. Biasanya saya sering dengar ''Sakura Mochi, Kashiwa Mochi, dsb.''  Nah akhir-akhir ini saya sedang menonton anime Tamako Market dimana di dalam anime tersebut terdapat tokoh utama yang memiliki toko mochi. Pembaca yang pernah nonton pasti tahu bahwa dalam anime tersebut tidak jauh dari unsur makanan mochi di dalamnya. Oleh sebab itu saya penasaran apa itu makanan mochi. Tidak hanya itu, saya baru tahu ternyata mochi itu tidak hanya ada di Jepang, tapi juga ada di Indonesia. Penasaran? Langsung saja baca  (*^o^*)

Dari Wikipedia, Mochi- (Jepang: 餅; Hanzi: (麻糬)) adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional Mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun. Kue ini memiliki rasa yang khas yaitu lembut di saat pertama kali dimakan, dan lama kelamaan menjadi lengket.

Mochi di Jepang 

Biasanya dimasak dengan cara direbus, dipanggang, atau dibakar. Bentuknya beraneka ragam. Mochi sendiri ada yang dijual bebas dalam bentuk bubuk yang biasanya dihidangkan dalam bentuk adonan, atau dalam bentuk batangan kering, dan biasanya disajikan dengan cara dipanggang atau direbus. Salah satu yang paling mudah dibuat ialah Kinako Mochi, yakni adonan mochi yang dibentuk sesuai selera, lalu di atasnya ditaburi serbuk kacang tanah. Hidangan ini tidak jauh berbeda dengan mochi asal Sukabumi, karena sama-sama menggunakan serbuk kacang dalam penyajiannya. 


Kinako Mochi
Foto: playing-house.net
Ada pula Sato Shoyu Mochi, yakni adonan mochi hangat yang dicampur dengan gula dan kecap asin (shoyu), sehingga tercipta rasa manis dan gurih secara bersamaan, lalu IsobeMochi, yakni mochi batangan yang dibakar atau dipanggang hingga mekar, kemudian diolesi shoyu serta penyajiannya dengan cara dilipat menggunakan nori (rumput laut kering). 


Menumbuk mochi dalam usu(lesung)
Foto: Wikipedia
Tidak hanya itu, mencampur mochi panggang dengan pasta kacang merah (Anko Mochi) atau sup kacang merah (Mochisenzai), juga menjadi menu favorit warga Jepang, bahkan sejumlah hidangan seperti udon, nabe, dan okonomiyaki juga terkadang menambahkan mochi di dalamnya. Tradisi menyantap Mochi di Jepang sudah ada sejak dahulu kala, sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Dewa yang telah memberikan kemakmuran. Oleh karena itu, Mochi identik dengan suasana perayaan, seperti tahun baru atau matsuri (festival kebudayaan).


Pembuatan Mochi secara modern.Foto: Wikipedia
Mochi di Indonesia

Mochi buatan Indonesia, khususnya kue mochi buatan Kota Sukabumi yang biasa dijajakan para pengasong di beberapa titik persimpangan jalan besar di Kota Bogor, kue mochi berisi adonan kacang. Dikemas dalam keranjang bambu yang diberi merek dalam tulisan Kuo-i yang dibaca swang sie yang artinya banyak kebahagiaan, setiap keranjang kue mochi biasanya berisi 10 buah mochi berukuran sebesar kelereng, dengan harga mulai Rp 5.000 sampai Rp 7.500 per renteng yang berisi empat keranjang bambu. 


Sekotak Mochi di Sukabumi, Jawa Barat.Foto: Wikipedia
Di Sukabumi sendiri, kue mochi yang terkenal adalah kue mochi yang dibuat di Jalan Otista No.39. Kue mochi ini bentuknya bulat, bertabur tepung sagu, dan terasa kenyal. Jika digigit, rasa manisnya akan terasa. Di tempat itu dijual dua jenis kue mochi, yaitu kue mochi tanpa isi yang disebut kiathong dan kue mochi yang diisi dengan adonan kacang. Kue mochi dari tempat itu dibuat tanpa pewarna dan tanpa pengawet, sehingga tidak dapat disimpan lama-lama, harus segera dimakan.

5 Gaya Unik Menikmati Mochi

Dari VIVAlife – Mochi, makanan khas Jepang yang terbuat dari beras ketan ini sangat populer di Negeri Sakura, terutama saat tahun baru. Hampir semua penduduk Jepang menyediakan makanan ‘kenyal’ ini. 
Selain di Jepang,  Indonesia juga memiliki mochi (moci) asli Sukabumi. Tak jauh beda dengan yang di Jepang, sama-sama terbuat dari tepung beras dan bertekstur kenyal. Hanya saja, mochi Sukabumi diberi isian kacang tanah dan ditaburi dengan bubuk tepung warna putih. 
Yakimochi. Mochi panggang.Foto: Viva.life

Jika Anda salah satu pecinta dessert, tentunya Anda juga tahu sajian mochi es krim. Kulit lembut mochi menyelimuti es krim varian rasa. Intinya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menikmati mochi agar menjadi lebih lezat. Selain cita rasa manis, mochi juga dapat ‘disulap’ menjadi gurih.

Berikut ini adalah lima cara unik menikmati mochi yang patut Anda coba di rumah.
1. Pan-fry. 


Mochi Goreng
Foto: oishidesuyo.blogspot.com
Potong mochi menjadi potongan kecil dengan bentuk persegi empat lalu goreng hingga bagian luarnya terlihat pecah dan matang. Mochi crunchy ini dapat Anda nikmati sup krim sebagai pengganti croutons .

2. Waffle.
Mochi WaffleFoto: Cheekykitchen.com
Untuk membuat waffle, Anda harus memotong mochi dengan bentuk memanjang seperti korek. Tapi ukurannya jangan terlalu kecil dan tipis. Selanjutnya, mochi Anda masukkan dalam cetakan waffle diamkan hingga mengembang dan renyah. Tambahkan sirup maple dan whipped cream di atasnya.

3.Deep-fry.         
Mochi Deep FryFoto: Momofukufor2.com
Mochi ini cocok untuk cemilan saat nonton TV. Mochi yang telah digoreng kering dan bewarna keemasan, di-mix bersama  garam, wijen, dan irisan nori. Semakin nikmat jika dinikmati dalam keadaan panas.
4.Toast.
Memasak mochi dalam toaster atau oven, juga bisa menjadi pilihan. Mochi yang telah dipanggang, dimasukkan dalam bungkusan nori hingga terselimuti. Cocol dalam celupan kecap manis menjadikan rasanya semakin nikmat dan lezat.
Foto: Jayakayem.com

5.Bungkus menggunakan daging asap.
 

Daging asap dan mochi, keduanya sama-sama enak. Rendam mochi dalam air untuk melunakkan teksturnya, bungkus dalam daging asap hingga semua bagian tertutup. Panggang sebentar dan sajikan, makanan ini disajikan dengan saus yang biasa dicocol.


Mochi dalam Masakan Ozoni

Foto: Recipes619.blogspot.com
Dari id.emb-japan.go.jp, bahan untuk membuat mochi, yaitu beras mochigome, adalah salah satu dari bermacam jenis beras Jepang. Beras Jepang termasuk jenis japonica yang bentuknya lebih pendek dan lebih bulat daripada jenis beras yang biasa kita makan di Indonesia (jenis indica). Jenis beras japonica lebih lengket sehingga nasinya mudah dimakan dengan sumpit.

Sebagai penganan kecil (snack), mochi biasanya berisi kacang merah olahan (ogura), tapi ada banyak variasi isinya. Mochi memang sudah merupakan penganan tersendiri, namun bisa juga menjadi bahan untuk masakan Jepang. Bentuknya beragam, biasanya bulat, atau bundar pipih, atau dipotong-potong menjadi bentuk persegi, dll.

Berikut ini beberapa di antara begitu banyak variasi omochi serta masakan yang memakai mochi di dalamnya:
Ozoni : sup khas untuk hari tahun baru
Yaki-mochi : mochi panggang yang diberi kecap dan dibalut rumput laut kering;
Oshiruko : sup kacang merah dengan potongan-potongan mochi (merupakan hidangan di musim dingin);
Daifuku : mochi lunak yang diisi dengan selai kacang merah manis;
Es-krim mochi : Mochi berisi bola es krim kecil. Jenis ini justru populer di Amerika, yaitu di negara bagian Kalifornia!

Ozoni adalah sup yang berisi potongan mochi, sayur-sayuran, dan merupakan salah satu makanan khas untuk hari-hari awal tahun. O-zoni berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Di kawasan Kanto (Tokyo dan sekitarnya), ozoni pada umumnya dibuat sebagai sup bening yang berisi potongan mochi berbentuk persegi-persegi. Sementara itu di kawasan Kansai (Osaka dan sekitarnya), kaldu sup ini diberi miso (sejenis tauco) dan bulatan-bulatan kecil mochi. Bumbunya berlainan menurut daerah dan kesukaan keluarga.

Ozoni ala Kanto (kiri) dan ala Kansai (kanan)
@ Nipponia No.23, Heibonsha Ltd. 2002.
Photo by Kono Toshihiko
Resep Ozoni (umum)
Bahan-bahan :
  • Kaldu dashi .......... 5 mangkok
  • Daging ayam (potongan kecil) .......... 100 gram
  • Bayam .......... 1/5 ikat
  • Naruto (baso ikan) .......... 4 potong
  • Lemon .......... secukupnya
  • Mitsuba (sayur) .......... secukupnya
  • Mochi (potongan) .......... sesukanya
  • Kecap asin .......... 1,5 sendok makan besar
  • Sake (arak Jepang) .......... 1 sendok makan besar
  • Mirin (arak manis utk. masakan) .......... 1 sendok makan besar
Cara membuat
(1) Didihkan kaldu dashi (dengan kombu atau katsuo sebagai bumbu perasa) di panci setelah diberi sake.
Sementara itu, potong daging ayam sebesar satu suapan, sayur mitsuba kira-kira 2 cm, sayur bayam kira-kira 3 cm.

(2) Bila kaldu di panci sudah mendidih, masukkan daging ayam tersebut. Sementara itu, panggang mochi (biasanya dalam bentuk pipih), dan sesudah itu dipotong-potong menurut selera.

(3) Bila daging ayam hampir matang secara rata, tambahkan mirin dan shoyu sebagai penambah citarasa (kecap asin). Kemudian masukkan naruto.

(4) Dalam mangkuk makan, siapkan sayur bayam, potongan-potongan mochi panggang tadi, lalu tuang kaldu yang dimasak tadi (no.2), dan naruto sebagai pemberi warna.

(5) Kemudian, masukkan sayur mitsuba dan jus lemon. Selesai, siap dimakan panas-panas.

Catatan : Dashi adalah kaldu berupa rebusan air mendidih dengan bumbu kombu atau rumput laut, atau bisa juga dengan katsuo yaitu serutan halus ikan bonito kering. Naruto adalah baso ikan, bentuk panjang, bagian luarnya bergerigi dan di dalamnya ada garis merah; bentuknya menjadi bagus bila diiris.

Sumber:
Wikipedia dengan judul ''Mochi''. 
VIVAlife dengan judul 5 ''Gaya Unik Menikmati Mochi''.
id.emb-japan.go.jp dengan judul ''Omochii''.



Anindya Octaviani Ekawitri

Berasal dari Bontang dan merupakan mahasiswa Psikologi. Sangat menyukai hal yang berhubungan dengan psikologi, agama, seni, pengembangan diri, kuliner, dan Pelayanan Sosial

1 comment:

Nurul Hikmah S. said...

Mochi, :3 I love u full mochiiii. Aku suka banget mochi ini sejak pertama kali nyoba. Waktu itu dapet oleh-oleh nggatau dari mana. Tapi di daerahku kayaknya belum pernah lihat ada yang jual. Kalo menurut aku si mochi ini dimakan gitu aja udah enak mba, sensasi manisnya itu yang aku suka.

Jadi kalo dibuat versi gurih-gurih atau asin gitu kayanya aku ngga terlalu tertarik. Yang original aja deh maunyaa. :d