Pages

Movie : Spirited Away / Sen to Chihiro no Kamikakushi (千と千尋の神隠し)

125 min  -  Animation | Adventure | Family  -   20 July 2001 (Japan)
Written and directed by Hayao Miyazaki and produced by Studio Ghibli.
Chihiro-studio ghiblia



Merupakan film anime pertama yang dinominasikan sekaligus memenangkan sebuah Academy Award. Film ini memiliki durasi terpanjang dari film-film yang pernah dinominasikan atau yang memenangkan award pada kategori tersebut.


Cerita
Masih dalam perjalanan ke rumah baru, ayah Chihiro salah mengambil jalan. Bukannya sampai pada rumah baru, mereka justru menyusuri jalanan berbatu dan dikelilingi oleh hutan. Jalanan tersebut menuju ke sebuah bangunan yang terbengkalai. Chihiro mulai merasa ada yang salah dengan bangunan tersebut, sehingga ia sempat menolak untuk mengikuti ayah dan ibunya menyusuri bangunan tersebut. Namun karena ditinggal sendiri ditengah-tengah hutan ia pun memutuskan untuk ikut.Bangunan tersebut terlihat seperti taman hiburan yang terbengkalai dan tak berpenghuni lagi. Namun anehnya terlihat sebuah gerai makanan yang seperti masih beroperasi. Ayah dan ibu Chihiro memakan makanan dari gerai tersebut walaupun tidak ada tanda-tanda penjualnya. Mereka berpikir dapat meninggalkan uang di meja untuk membayarnya. Chihiro menolak untuk makan karena takut penjual makanan tersebut akan marah.                                                                                                                                                                                                                            Chihiro memilih untuk menyusuri taman hiburan itu sendiri sementara ayah dan ibunya asyik makan. Ia menemukan sebuah bangunan besar serta megah dan tampak masih beroperasi, sebuah Bathhouse atau tempat pemandian. Disitu ia bertemu Haku, seorang laki-laki yang tampak seumuran dengannya. Haku tampak terkejut melihat Chihiro dan cepat-cepat ia menyuruh Chihiro untuk meninggalkan tempat tersebut karena hari sudah mulai gelap.
Tanpa pikir panjang chihiro langsung berlari menuju tempat ayah dan ibunya. Namun yang ditemuinya bukanlah ayah dan ibunya, melainkan 2 ekor babi yang dengan rakusnya terus memakan makanan yang ada di meja. Chihiro pun kaget dan takut, ia kemudian memutuskan pergi ke bagian lain dari taman hiburan tersebut untuk mencari orangtuanya. Bayangan-bayangan makhluk aneh mulai bermunculan di jalan, hal ini menambah rasa takut Chihiro.

Chihiro kemudian memutuskan untuk kembali ke mobilnya, namun jalanan menuju terowongan yang ia lalui tadi dibanjiri oleh air. Jalanan tersebut menjadi tampak seperti danau yang sangat luas. Dikejauhan terlihat kapal yang megah mendekati tempat Chihiro berdiri untuk menepi. Dari kapal tersebut turun berbagai macam makhluk aneh dan yang pasti bukan manusia.

Dari semua keanehan yang dilihatnya, Chihiro mengalami sesuatu yang lebih mengerikan, ia menjadi tembus pandang dan perlahan-lahan mulai menghilang. Haku menemukan Chihiro sedang bersembunyi dan meringkuk dengan kondisi hampir menghilang. Haku kemudian memberi suatu makanan berbentuk bulatan kecil dan memberikannya kepada Chihiro. Chihiro akan menghilang kecuali jika ia memakan sesuatu dari dunia lain tersebut. Setelah memakannya Chihiro kembali menjadi solid dan langsung ditarik oleh Haku, mereka berlari menuju jembatan yang menghubungkan Bathhouse dengan taman hiburan. Sebelum melangkah ke jembatan Haku menyuruh Chihiro untuk menahan napas sepanjang jembatan. Hembusan sekecil apapun dapat merusak mantra yang akan membuat Chihiro terlihat oleh para makhluk dunia tersebut. Saat hampir sampai di ujung jembatan Chihiro dibuat kaget oleh kemunculan seekor kodok yang berbicara dan secara tidak sengaja ia bernapas. Haku bergegas memantrai kodok tersebut dan membawa Chihiro ke tempat yang aman.

Haku menyuruh Chihiro untuk pergi ke Boiler Room sendiri karena Haku diminta untuk menghadap Yubaba, disana ia akan bertemu Kamaji, dan ia harus memohon untuk diberi pekerjaan walaupun Kamaji menolaknya. Ia harus tetap memohon sampai diberi pekerjaan karena dengan bekerja di dunia tersebut ia akan aman, bahkan Yubaba, penyihir jahat yang juga memiliki Bathhouse tersebut tidak dapat menyakitinya. Haku kemudian mengingatkan kepada Chihiro bahwa ia adalah teman, bukan musuh. Disitu Haku menyebutkan nama ‘Chihiro’, Chihiro pun kaget mengapa Haku mengetahui namanya. Ia berkata bahwa telah mengenal Chihiro sejak kecil. Haku juga berjanji untuk menolong Chihiro mengubah kembali ayah ibunya dan kembali ke dunia manusia.

Di Boiler Room Chihiro bertemu Kamaji, sesosok laki-laki tua dengan 8 tangan, menyerupai laba-laba. Chihiro juga melihat makhluk aneh berbentuk bulat yang sedang bekerja membawa batu bara. Saat meminta untuk diberi pekerjaan, Kamaji menolaknya. Sifat yang diperlihatkan Kamaji cenderung kasar dan tidak peduli dengan Chihiro.
Tiba-tiba sesosok wanita dewasa bernama Lin yang merupakan pelayan di Bathhouse masuk ke ruangan tersebut dan membawa makanan untuk Kamaji dan makhluk-makhluk anehnya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Lin menemukan keberadaan Chihiro yang seorang manusia itu. Lin berkata bahwa Chihiro sedang dicari-cari oleh para penghuni Bathhouse dan sekaligus dalam masalah besar. Namun tiba-tiba Kamaji meminta Lin untuk mengantarkan Chihiro ke Yubaba supaya gadis kecil tersebut dapat mendapatkan pekerjaan. Bahkan Kamaji pun menyebut Chihiro sebagai cucu nya. Perubahan sifat Kamaji tersebut membuat Chihiro bingung. Akhirnya Lin bersedia mengantarkan Chihiro. Lin terkesan kasar dan terus menyuruh Chihiro untuk menghormatinya.

Sesampainya di kantor Yubaba, Chihiro langsung meminta untuk diberi pekerjaan. Awalnya Yubaba menolak namun karena Chihiro terus memaksa akhirnya ia diberikan pekerjaan. Setiap yang bekerja pada Yubaba, penyihir tersebut akan meminta nama mereka dan memberinya dengan nama yang lain. Hal ini bertujuan agar mereka lupa akan siapa dirinya, sehingga mereka tidak dapat kembali ke tempat asal, ataupun rumah mereka. Setelah Yubaba meminta nama Chihiro, Yubaba memberi nama ‘Sen’ kepada Chihiro.
Yubaba kemudian memanggil Haku dan menyuruhnya mengurus Sen. Haku tampak seperti tidak mengenal Sen, dengan ekspresi muka yang dingin ia menanyakan nama. Sen tampak bingung dan kaget. Sen hampir mengucapkan nama aslinya, namun ia hanya berhenti di ‘chi..’ ia tidak mampu mengingat namanya lagi, lalu mengoreksinya dengan ‘Sen’.
Haku akhirnya menyerahkan tanggung jawab atas Sen kepada Lin. Lin tampak tidak terima dan terpaksa, namun saat jauh dari kerumunan dan hanya berdua saja, Lin tampak senang Chihiro berhasil mendapat pekerjaan dan dapat bekerja dengannya. Perubahan sifat para makhluk di dunia tersebut yang drastis membuat Sen bingung. Ia sampai bertanya kepada Lin, apakah ada 2 Haku disitu.

Paginya, saat semua arwah terlelap, Haku memasuki kamar Sen, dan menyuruh Sen untuk menemuinya di jembatan, ia berkata akan menunjukkan tempat ayah dan ibunya berada. Saat menyusuri jembatan Sen bertemu sesosok makhluk hitam dengan topeng putih di tempat dimana seharusnya wajah berada. Sosok itu bernama No Face atau Kaonashi dalam bahasa Jepang. No Face tampak selalu mengamati Sen sejak pertama Sen sampai di Bathhouse.
Setelah bertemu Haku, ia langsung diajak ke kandang Babi tempat ayah dan ibunya berada. Sen kemudian berkata kepada ayah dan ibunya yang masih dalam bentuk babi bahwa ia akan mencari cara untuk menyelamatkan mereka.
Keluar dari kandang babi, Haku memberikan pakaian Sen yang dipakainya saat pertama memasuki Bathhouse. Diantara lipatan pakaian itu Sen menemukan sebuah kartu ucapan perpisahan. Disitu tertera nama Chihiro, ia pun kembali ingat namanya, dan Haku meminta untuk merahasiakan nama tersebut, dan namanya di dunia arwah adalah Sen. Haku sendiri lupa akan namanya, namun aneh ia mengingat nama Chihiro.

Malam pun tiba, menandakan dimulainya aktifitas di Bathhouse. Sen mulai bekerja. Saat ia membuang air bekas pel diluar, ia menemukan No Face sedang berdiri diluar dan kehujanan. Sen pun membiarkan pintu terbuka agar No Face dapat masuk.
No Face berusaha agar mendapat perhatian Sen sehingga ia dapan menjadi temannya. Dimulai dari membantu Sen mendapatkan Token. Ia juga ingin mendapat perhatian dari roh lainnya, sehingga saat ia mengetahui bahwa para roh sangat menyukai emas, ia belajar untuk membuat emas, dengan memunculkannya di tangan. Sampai ia berhasil membujuk seekor kodok untuk mendekatinya dengan iming-iming ‘emas’, kemudian secara tiba-tiba melahap kodok tersebut.
No Face kemudian mendadak menjadi tamu istimewa di Bathhouse tersebut karena ia mampu membuat ‘emas’. Meskipun hari sudah pagi, para pekerja Bathhouse rela melayani No Face.

Di kamar, Chihiro terbangun dan menemukan bahwa ia satu-satunya yang berada di kamar tersebut. Tiba-tiba dikejauhan Ia melihat seekor naga putih dikejar oleh segerombolan burung kertas. Tanpa sadar ia memanggil naga itu dengan nama Haku. Naga itu terluka dan lemah. Lalu naga tersebut terbang ke ruangan Yubaba yang terletak di lantai paling atas.
Yubaba menganggap naga tersebut sudah tidak berguna lagi dan menyuruh bawahannya membuang naga tersebut ke tempat roh-roh buangan berada. Saat Yubaba keluar untuk mengurus kekacauan yang dibuat No Face, Chihiro akhirnya berhasil mencapai tempat haku berada tepat sebelum Haku dibuang. Namun Bo, sesosok bayi raksasa yang merupakan anak dari Yubaba meminta Sen untuk bermain dengannya atau ia akan menangis, hal tersebut mungkin akan memanggil Yubaba. Tiba-tiba sebuah burung kertas yang mengikuti Sen berubah menjadi sosok Yubaba. Namun sosok tersebut bukanlah Yubaba, sosok tersebut merupakan Zeniba, saudara kembar Yubaba yang merupakan penyihir baik. Zeniba lah yang mengirim burung-burung kertas tersebut untuk mengejar Haku karena Haku telah mencuri segel miliknya. Zeniba lalu merubah Bo menjadi seekor tikus, seekor gagak berkepala manusia milik Yubaba menjadi seekor lalat, dan 3 roh kepala milik Yubaba menjadi Bo.
Haku kemudian menebas burung kertas tersebut sehingga sosok Zeniba menghilang. Ia kemudian jatuh ke tempat pembuangan diikuti oleh Sen, tikus, dan lalat. Lalu mereka dibawa Haku menuju Boiler Room.
Sen kemudian bertanya kepada Kamaji apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Haku dari jeratan mantera Zeniba setelah sebelumnya ia berhasil mematahkan mantera dari Yubaba pada Haku dengan menggunakan semacam berry pemberian roh sungai yang telah ia bantu sebelumnya. Satu-satunya jalan adalah pergi ke tempat Zeniba tinggal dan memohon belas kasihan.
Untuk mencapai tempat Zeniba Sen harus menggunakan kereta dan berhenti di tempat pemberhentian ke 6. Ia membawa tikus ‘Bo’, lalat, dan No Face yang baru saja pulih dari sifat rakus nya akibat pengaruh roh-roh yang ada pada Bathhouse.
Sesampainya di pemberhentian ke 6, mereka disambut oleh sebuah lampu berkaki yang berjalan dengan melompat, menyambut dan menunjukkan jalan kepada mereka ke rumah Zeniba.



Di Bathhouse, haku sudah berhasil pulih dan menghadap Yubaba. Yubaba kemudian baru menyadari sosok Bo yang ia lihat bukanlah anaknya. Haku memberi tahu bahwa Bo asli sedang menuju tempat Zeniba. Haku kemudian menawarkan akan membantu membawa Bo kembali asalkan Yubaba bersedia mengembalikan orang tua Sen ke wujud manusia serta memperbolehkan mereka kembali ke dunia manusia. Yubaba akhirnya setuju.
Di rumah Zeniba Sen mengembalikan seal yang dicuri Haku. Sen juga meminta pertolongan Zeniba untuk menolong Haku dari ikatan Yubaba. Namun ada peraturan yang melarang Zeniba melakukannya. Sen merasa pernah bertemu dengan Haku, Zeniba lalu menyuruh Sen untuk mengingat kejadian tersebut. Jika Sen mampu mengingatnya kemungkinan ia akan mengingat nama asli Haku, dan hal tersebut dapat membebaskan Haku. Namun ia tidak dapat mengingatnya.
Tiba-tiba seekor naga putih tiba didepan rumah Zeniba. Naga itu tidak lain adalah Haku, ia dating untuk menjemput Sen dan Bo. Chihiro memberitahu nama aslinya kepada Zeniba. Zeniba kemudian memaafkan Haku karena telah mencuri dan meminta agar ia menjaga Chihiro.

Chihiro naik ke atas punggung naga Haku, lalu Haku terbang bersama Chihiro,Bo, serta gagak  meninggalkan kediaman Zeniba serta No Face yang memutuskan tinggal bersama Zeniba. Diperjalanan Chihiro ingat cerita ibunya bahwa Chihiro pernah hampir tenggelam terbawa arus di sungai. Sungai tersebut kini telah dikeringkan dan telah didirikan bangunan. Nama sungai tersebut adalah Kohaku River atau Kohakugawa. Tiba-tiba haku yang bersosok naga itu seperti menyadari sesuatu yang sudah lama hilang lalu berubah menjadi Haku bersosok manusia. Mereka pun jatuh bebas, lalu Haku tersadar dan mengingat bahwa namanya adalah Kohaku River atau dalam versi Jepangnya Nigihayami Kohaku Nushi. Haku berterimakasih kepada Chihiro dan langsung kembali terbang menuju Bathhouse.
Di Bathhouse Chihiro di beri tantangan, jika ia bisa menebak mana diantara babi-babi yang ada adalah orang tuanya, ia akan diijinka Yubaba untuk kembali ke dunia manusia. Chihiro kemudian menjawab ayah dan ibunya tidak berada diantara babi-babi tersebut. Akhirnya dengan berat hati Yubaba memperbolehkan Sen untuk kembali.

Chihiro kemudian diantar Haku kembali ke terowongan. Namun Haku hanya bisa mengantar sampai batas dimana danau yang ditemui Chihiro pada malam hari berada. Haku berjanji kepada Chihiro bahwa mereka akan bertemu kembali, dan haku melarang Chihiro untuk menengok kebelakang sampai ia mencapai akhir terowongan.
Mereka pun berpisah, dan Chihiro segera menemukan ayah dan ibunya sedang memanggil-manggilnya untuk kembali ke mobil. Ayah dan ibunya bertindak seakan-akan mereka tidak pernah berubah menjadi babi dan kejadian tersebut hanya berlangsung sekejap, bukannya berhari-hari.
Sampailah mereka diakhir terowongan. Kemudian Chihiro menengok kearah terowongan tersebut dan tampak bingung. Merekapun kembali ke mobil dan meninggalkan tempat tersebut.
Mungkin sebagian dari penonton bertanya-tanya apa yang terjadi pada Chihiro saat keluar terowongan. Hayao Miyazaki mengatakan bahwa Chihiro saat sampai pada akhir terowongan lupa akan apa yang telah dialaminya di dunia roh tersebut. Sangat mengharukan memang, tapi itu hanya salah satu hal yang mengharukan dari Spirited away ini. 
—————————————————————————————————-


Dengan format 2 Dimensi, tak lantas membuat gambarnya terlhat outdated, bahkan kalau diperhatikan dengan seksama, background film itu terlihat seperti lukisan di atas kanvas, indah sekali, solid dan keren. Studio Ghibli sendiri terkenal dengan hasil animasinya yang mengandalkan hand drawing, dikerjakan dengan memakai tangan tanpa efek teknologi CGI. Dengan bantuan music director Joe Ishaisi yang ciamik, Miyazaki membuktikan bahwa kekuatan cerita bisa menjadi modal untuk memikat penonton dan juri festival film.


Layaknya film animasi lain yang pangsa pasarnya adalah anak-anak, moral dalam film adalah hal yang tak boleh dilupakan. Di film ini pesan moral disajikan dengan sangat soft tanpa menggurui, tapi menimbulkan kesan mendalam. Bagaimana Chihiro si anak manja berubah menjadi mandiri dan pantang menyerah, orang yang rakus akan menerima akibatnya, pentingnya persahabatan dan cinta, dan pentingnya mengetahui jati diri kita sendiri.
Zeniba : Once you do something, you never forget. Even if you can’t remember.
Kekuatan itulah yang membuat film ini meraih rating IMDb 8.5, masuk kategori box office dengan menarik sebanyak 23 juta penonton dan meraup pendapatan sebesar 30 miliar yen, mengalahkan Titanic untuk menjadi film tersukses dalam sejarah Jepang (Wikipedia).

Anindya Octaviani Ekawitri

Berasal dari Bontang dan merupakan mahasiswa Psikologi. Sangat menyukai hal yang berhubungan dengan psikologi, agama, seni, pengembangan diri, kuliner, dan Pelayanan Sosial

No comments: